Rapat Pleno Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Suara PILBUP 2020 Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Rapat Pleno Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Suara PILBUP 2020 Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19
Foto : Petugas KPU Kabupaten Kediri saat menyemprotkan cairan desinfektan ke arah kotak suara, Selasa (15/12/2020).
Rapat Pleno Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Suara PILBUP 2020 Terapkan Protokol Kesehatan Covid-19

Reporter : Linda Estri Liyanawati

Kediri,  kpu-kedirikab.go.id – Gelaran Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Penghitungan Suara Tingkat Kabupaten Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (PILBUP) Kediri Tahun 2020, Selasa (15/12/2020), diselenggarakan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan dan pengendalian penyebaran Covid-19.

Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan, Anwar Ansori menyampaikan bahwa rapat pleno terbuka rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara digelar dengan menerapan protokol kesehatan sesuai PKPU 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pemilihan Serentak Lanjutan Dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19 dan PKPU 19 tahun 2020  tentang Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara dan Penetapan Hasil Pemilihan. 

“Jaga jarak dan memperhatikan kapasitas ruang, wajib pakai masker dan handsanitazer, cuci tangan dengan sabun serta penyemprotan desinfektan,” ujar Anwar Ansori.

Penyemprotan desinfektan tersebut, kata Anwar, juga diberlakukan pada logistik kotak suara yang akan digunakan dalam proses rekapitulasi. 

“Sebelum rekapitulasi dimulai, kotak suara tersegel yang berisi dokumen Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara di tingkat PPK akan disemprot dengan desinfektan terlebih dahulu oleh petugas,” tuturnya.

Sementara itu, untuk ketentuan dalam rekapitulasi dilaksanakan dengan menggunakan sirekap, yaitu perangkat aplikasi berbasis teknologi informasi sebagai sarana publikasi hasil Penghitungan Suara dan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara serta alat bantu dalam pelaksanaan Rekapitulasi Hasil Penghitungan Suara Pemilihan.

“Sirekap disini sebagai alat bantu rekap (rekapitulasi) hasil penghitungan suara yang digunakan untuk mencetak formulir Model D.Hasil Kabupaten-KWK,” terang Anwar.

Namun, belajar dari rekap tingkat kecamatan, Anwar melanjutkan, apabila terjadi gangguan pada saat penggunaan aplikasi Sirekap, maka rekap dilakukan menggunaaan keduanya, rekap manual excel dan Sirekap.

“Ketentuannya menggunakan Sirekap, namun apabila Sirekap terjadi trouble di tengah jalan, maka proses rekap tetap bisa berlanjut dengan back up excel, hal ini kita sepakati bersama,” tuturnya. (hupmas/ lyn)