Seri 3 Program DP3, KPU Kediri ikuti Diskusi Teknik Komunikasi Publik dalam Pemilu dan Pemilihan

Seri 3 Program DP3, KPU Kediri ikuti Diskusi Teknik Komunikasi Publik dalam Pemilu dan Pemilihan

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Jumat (01/10/2021) via kanal Youtube KPU-RI, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti seri 3 Webinar Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) dengan tema Teknik Komunikasi Publik dalam Pemilu dan Pemilihan. Kegiatan yang dimulai pukul 13.30 - 16.30 WIB tersebut menghadirkan narasumber Anggota KPU RI Arief Budiman, Dosen Universitas Padjajaran Dadang Rahmat Hidayat, dan Manajer Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno.

Ketua KPU RI Ilham Saputra dalam sambutanya mengatakan Teknik Komunikasi Publik adalah hal yang sangat dibutuhkan dalam pertemuan dengan stakeholder, kader DP3, dan masyarakat. Maka dari itu materi ini sangat penting dalam Program DP3. “Komunikasi tidak hanya sekedar berbicara tapi juga memastikan bahwa publik harus memahami, sehingga masyarakat dapat berpartisipasi secara aktif dalam seluruh tahapan pemilu. Kita berharap dengan teknik komunikasi yang baik masyarakat dapat berperan aktif, masyarakat menjadi kritis, sampaikan ketika ada yang tidak sesuai dengan aturan perundangan,” tutur Ilham.

Ilham menambahkan dengan posisi kader DP3 yang strategis dimana akan sering bersinggungan dengan berbagai karakter masyarakat, maka perlu ditunjang dengan kemampuan komunikasi yang baik, sehingga apa yang nantinya disampaikan menarik dan mudah dipahami.

Narasumber pertama Anggota KPU RI Arief Budiman memberikan tips dan trik menjadi komunikator yang baik. “Pertama yang perlu dilakukan sebelum berkomunikasi harus diawali dengan senyuman, kemudian mengenali tipologi sasaran audiens atau khalayak yang diajak berkomunikasi (dalam hal ini masyarakat pemilih) dan menguasai materi yang hendak disampaikan,” kata Arief

Dalam hal materi yang hendak disampaikan menyangkut pemilu, menurut Arief kader Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan selaku komunikator perlu mengetahui informasi yang dianggap penting, seperti tahapan pemilu, peserta, visi misi, hari dan tanggal pemungutan suara hingga tata cara pemungutan suara.

Sementara itu, Dosen UNPAD Dadang mengatakan untuk menghasilkan komunikasi yang efektif maka perlu memperhatikan unsur-unsur yang ada. “Hal-hal yang harus diperhatikan jika berhadapan dengan masyarakat ialah diawali dari komunikatornya (kapabel, kredibel), pesannya (jelas, menarik, singkat), medianya kredibel, komunikannya (kenali, ciptakan koneksi) hingga tujuannya (informasi, edukasi),” kata Dadang.

Dadang juga mengingatkan perlunya mengidentifikasi masalah dalam membentuk Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, mulai dari kondisi sosial, manajemen komunikasi, hambatan komunikasi, anggaran hingga pragmatisme ditengah masyarakat.

Pemateri terakhir, Manajer Kebijakan Publik Facebook Indonesia, Noudhy Valdryno juga memberikan tips membuat konten yang berhasil, yakni interaktif (menyenangkan, substansial, personal/autentik), tepat waktu (mendiskusikan topik hangat, berita terbaru, konten berkualitas).

“Dalam membuat strategi komunikator harus berhati-hati dalam menempatkan pesan, mengingat strategi penempatan pesan telah berubah apabila dulu ditempatkan di belakang maka saat ini pesan disampaikan di depan, dimana hal ini meminimalisir komunikator kehilangan atensi masyarakat,” tutup Ryno. (pnj)