Sharing Knowledge 10, KPU Kediri Ikuti Diskusi Wawancara Pembentukan Badan Ad Hoc

Sharing Knowledge 10, KPU Kediri Ikuti Diskusi Wawancara Pembentukan Badan Ad Hoc

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Program Knowledge Sharing dengan tema “Wawancara Pembentukan Badan Ad Hoc untuk Pemilu dan Pemilihan 2024” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Program yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan pemateri Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Madiun, Farhim Amrillah dan dibahas oleh Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Blitar, M. Bahaudin. Jumat (08/10/2021) Pukul 09.00 -11.00 WIB.

Program Knowledge Sharing diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur. Hadir sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri yaitu Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM, Nanang Qosim dan Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik (KUL), Imam Basuki. 

Pemateri pertama, Farhim menyampaikan beberapa hal terkait proses perekrutan PPK dan PPS, dimana dalam hal ini KPU Kabupaten/ Kota menetapkan paling banyak 10 orang calon anggota PPK dan 6 orang calon anggota PPS yang lulus seleksi tertulis untuk mengikuti seleksi wawancara. “Sesuai peraturan 10 orang calon adalah maksimal untuk ditetap, dimana 5 orang akan terpilih dan sisanya akan menjadi PAW,” ucapnya.

Lanjut Farhim, proses tahap rekrutmen akan dilanjutkan hingga seleksi wawancara calon anggota PPK dan PPS dan ditutup dengan proses pengumuman hasil seleksi. KPU juga wajib menghimpun masukan dan tanggapan masyarakat terhadap calon anggota PPK dan PPS.

Sementara itu, pemateri kedua Bahaudin menambahkan bahwa calon PPK dan PPS yang telah lulus seleksi wawancara akan diumumkan selama 7 hari dan diwajibkan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk netralitas dalam menjalankan tugas sebagai badan adhoc penyelenggara Pemilu. “Badan adhoc yang dicari KPU tidak hanya kompeten tapi juga harus berintegritas, karena badan adhoc merupakan representasi KPU di tingkat bawah,” tambahnya.

Di akhir sesi, Divisi Litbang dan SDM KPU Jatim, Rochani menyampaikan bahwa wawancara merupakan tahap penting dalam perekrutan badan ad hoc. “Mengapa wawancara ini menjadi penting dilakukan? karena di tahap ini lah KPU dapat mengetahui lebih jauh latar belakang dan mengukur kemampuan komunikasi, pengetahuan, pemahaman, motivasi, serta komitmen dari calon anggota badan Adhoc.” tutup Rochani. (pnj)