Sharing Knowledge 8, KPU Kediri Ikuti Diskusi Seleksi Tertulis Pembentukan Badan Ad Hoc untuk Pemilu dan Pemilihan 2024

Sharing Knowledge 8, KPU Kediri Ikuti Diskusi Seleksi Tertulis Pembentukan Badan Ad Hoc untuk Pemilu dan Pemilihan 2024

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Program Knowledge Sharing dengan tema “Seleksi Tertulis Pembentukan Badan Ad Hoc untuk Pemilu dan Pemilihan 2024” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Program yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan pemateri Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Jombang, Rita Darmawati dan dibahas oleh Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Ngawi, Darsono. Senin (04/10/2021) Pukul 09.00 -11.00 WIB.

Program Knowledge Sharing diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur. Hadir sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri yaitu Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM, Nanang Qosim dan Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik (KUL), Imam Basuki. 

Pemateri pertama, Rita menyampaikan beberapa hal yang perlu dipersiapkan dalam seleksi tertulis pembentukan badan Ad Hoc yaitu rapat koordinasi, anggaran, metode seleksi tertulis, materi soal, pelaksanaan dan administrasi. Menurut Rita saat ini satkernya masih merencanakan penggunaan metode CAT sebagai metode seleksi mengingat saat ini masih pandemi. 

“Dengan keadaan yang diperkirakan masih pandemi, maka CAT dinilai lebih aman dan efektif. Mulai dari sekarang Kita juga memetakan bila menggunakan CAT harus berkoordinasi dengan lembaga pendidikan yang bisa diajak kerja sama, konsolidasi dengan stakeholder terkait atau pemerintah daerah,” terang Rita.

Sementara itu, pembahas materi ini Darsono berbagi pengalamannya saat Pemilihan 2020 yang lalu, dimana saat itu KPU Kabupaten Ngawi mengadakan pelaksanaan CAT bekerja sama dengan Dinas Pendidikan.

“Seleksi tertulis untuk PPK, di satker kami menggunakan CAT dan untuk PPS menggunakan tes tulis konvensional/ biasa. Terkait pelaksanaan CAT Kami melaporkan ke KPU Provinsi dan mengirimkan tembusan ke KPU RI. Hal-hal yang kami siapkan saat itu terkait anggaran, mitra kerjasama, perangkat, jaringan, jaminan keamanan dan kerahasiaan soal, serta koordinasi dengan stakeholder,” paparnya.

Darsono menjelaskan ”Seleksi CAT dibagi menjadi 2 sesi, lalu setiap kelas diberi cadangan perangkat komputer sehingga jika ada alat yang bermasalah bisa segera diganti. Selain perangkat komputer cadangan, Kami juga menyiapkan server cadangan,” ungkap Darsono.

Di akhir sesi, ditutup dengan pengarahan oleh Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani yang mengapresiasi proses diskusi yang mampu mengupas tuntas terkait antisipasi permasalahan penggunaan teknologi informasi dalam pelaksanaan seleksi tertulis pembentukan badan Ad Hoc serta mengingatkan agar pengumuman hasil seleksi dilakukan secara transparan. “Jika proses seleksi tertulis telah selesai maka pengumuman harus diletakkan di 3 tempat utama yaitu : ditempel di papan pengumuman kantor KPU, terupload di web dan medsos KPU, serta harus diumumkan secara luas di media massa,” tutur Rochani. (pnj)