Sharing Knowledge 9, KPU Kediri Jadi Pembahas dalam Diskusi Pengumuman Hasil Seleksi Tertulis Badan Ad Hoc 

Sharing Knowledge 9, KPU Kediri Jadi Pembahas dalam Diskusi Pengumuman Hasil Seleksi Tertulis Badan Ad Hoc 

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Program Knowledge Sharing dengan tema “Pengumuman Hasil Seleksi Tertulis Pembentukan Badan Ad Hoc untuk Pemilu dan Pemilihan 2024” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Acara yang berlangsung dari pukul 09.00 - 11.30 WIB tersebut menghadirkan Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Nganjuk, Kurrotul A’yuni sebagai narasumber dan Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim sebagai pembahas. Kamis (07/10/2021)

Yuni dalam materinya menyampaikan tahap- tahap persiapan sebelum mengumumkan badan adhoc yaitu : pemeriksaan awal, rapat pleno, dan pengesahan. “Pemeriksaan awal meliputi pengecekan dan memastikan kebenaran nama calon; nomor pendaftaran; jenis kelamin; kecamatan/desa/kelurahan; dan hasil seleksi tertulis (sesuai SOP) serta memperhatikan masukan dan tanggapan masyarakat; berikutnya rapat pleno dengan menetapkan paling banyak 10 (sepuluh) calon anggota PPK yang lulus seleksi tertulis dan menetapkan paling banyak 6 (enam) calon anggota PPS yang lulus seleksi tertulis (dituangkan dalam BA), dan terakhir pengesahan dimana Calon anggota PPK dan PPS yang lulus seleksi tertulis dituangkan dalam naskah dinas pengumuman,” tutur Yuni.

Lanjut Yuni, dalam mengumumkan hasil seleksi tertulis penting memperhatikan timeline yang telah diatur dalam Tata Naskah Dinas (PKPU No. 2 Tahun 2021) yaitu 1. Pemeriksaan hasil seleksi tertulis dan Penetapan calon paling lama 3 hari setelah pelaksanaan; 2. Paling lambat 1 hari setelah pemeriksaan seleksi tertulis; 3. Diumumkan selama 3 hari. ketiga waktu ini merupakan titik kritis yang harus diperhatikan dengan seksama oleh KPU selaku penyelenggara seleksi.

Sementara itu, Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Kediri, Nanang Qosim dalam membahas materi terkait pengumuman hasil seleksi tertulis lebih menekankan kepada UU No.14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dimana hasil dari tes tulis badan adhoc ada bagian yang merupakan salah satu Informasi yang dikecualikan dan tidak dapat diakses oleh pemohon informasi publik.

“Mengapa begitu? karena hasil tersebut masuk dalam informasi yang dapat mengungkapkan rahasia pribadi, yang terkait dengan hasil-hasil evaluasi yang berhubungan dengan kapabilitas, intelektualitas, dan rekomendasi kemampuan seseorang,” ungkap Nanang.

Lanjut Nanang, pada dasarnya dalam mengumumkan hasil tes tulis badan adhoc sekilas nampak terlihat mudah namun jika tidak berhati-hati akan timbul masalah, potensi masalah yang timbul pun dapat terjadi baik dari internal maupun eksternal.

“Jika dari Internal umumnya karena human error misalnya salah penulisan (nama, jenis kelamin, alamat) dan keterbatasan TIM dalam mendeteksi periodesasi karena minimnya data sebelumnya sedangkan dari eksternal bisa jadi karena terkendala jaringan, luas wilayah, serta tanggapan masyarakat dan rekomendasi Bawaslu yang baru masuk di deadline pengumuman,” tambahnya.

Di penghujung acara, ditutup dengan pengarahan oleh Divisi SDM dan Litbang KPU Jatim, Rochani yang mengingatkan akan hal-hal yang perlu diperhatikan saat akan melakukan pengumuman hasil tes tulis badan adhoc, salah satunya bagaimana  jika jumlah Ad Hoc yang lulus tidak memenuhi batas minimal. “Yang mana KPU Kabupaten/Kota melalui pleno harus melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan PT, lembaga pendidikan untuk memenuhi jumlah kekurangan tersebut,” tutup Rochani. (pnj)