Knowledge Sharing Edisi Pamungkas, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pentingya Pembuatan Laporan Tahapan Pembentukan Badan Ad Hoc

Knowledge Sharing Edisi Pamungkas, KPU Kediri Ikuti Diskusi Pentingya Pembuatan Laporan Tahapan Pembentukan Badan Ad Hoc

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Program Knowledge Sharing dengan tema “Laporan Tahapan Pembentukan Badan Ad Hoc untuk Pemilu dan Pemilihan 2024” yang diadakan KPU Provinsi Jatim. Program yang dilaksanakan secara daring tersebut menghadirkan narasumber Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kota Madiun, Rokhani Hidayat dan dibahas oleh Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM KPU Kabupaten Pacitan, Iwit Widhi Santoso. Rabu (10/11/2021) Pukul 13.00 -16.30 WIB.

Knowledge Sharing ini merupakan edisi pamungkas yang diikuti oleh 38 Satker KPU Kabupaten/Kota Se-Jawa Timur dengan Divisi Sosdiklih; Parmas dan SDM, Nanang Qosim dan Kasubag Keuangan, Umum, dan Logistik (KUL), Imam Basuki sebagai delegasi dari KPU Kabupaten Kediri.

Sebagai narasumber Rokhani dalam materinya menyampaikan pentingnya sebuah laporan karena salah satu rangkaian tugas bagi penyelenggara Pemilu dan Pemilihan dalam menjalankan tugasnya baik berupa laporan periodik tahapan maupun laporan akhir tahapan.

“Mengapa laporan itu penting? karena tugas dan merupakan salah satu sarana dalam pelaksanaan prinsip transparansi dan akuntabilitas karena setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan Pemilu maupun Pemilihan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi,” ungkap Rokhani.

Senada dengan Rokhani, Iwit sangat sepakat bahwa laporan menjadi hal utama dalam menutup setiap kegiatan, beliau menilai laporan mampu menjadi sebuah warisan dan contoh bagi para penerus jabatan, maka dari itu susunlah laporan yang baik di akhir setiap tahapan.

“Laporan tahapan merupakan bagian dari Legacy / warisan atau peninggalan. Legacy adalah nilai utama saat masa jabatan dalam kepemimpinan dan harusnya legacy berupa kebaikan dan kemanfaatan,” kata Iwit.

Di akhir sesi, ditutup dengan penyampaian masalah dari 19 tema yang telah didiskusikan pada knowledge sharing dari seri 1 hingga seri akhir dan dilanjutkan penyampaian rekomendasi dari tiap masalah yang timbul.

Divisi Litbang dan SDM KPU Jatim, Rochani menyampaikan bahwa rekomendasi tiap masalah ini akan dijadikan masukan bagi KPU Jatim untuk menyusun regulasi yang lebih baik pada Pemilu dan Pemilihan di 2024.

“Ini menjadi saran yang sangat berarti bagi KPU Jatim dalam menyusun aturan demi perbaikan di 2024, tentunya dengan berbagai pertimbangan yang berasal dari masukan teman - teman sekalian,” tutup Rochani