KPU Kediri Pelajari Teknik Penyusunan SOP dan Peta Proses Bisnis

KPU Kediri Pelajari Teknik Penyusunan SOP dan Peta Proses Bisnis

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Rabu (17/11/2021) via zoom, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Webinar Teknik Penyusunan Prosedur Standar Operasional (SOP) dan Peta Proses Bisnis. Webinar ini diselenggarakan oleh KPU Jateng.

Kegiatan ini dimulai pukul 13.30 dengan menghadirkan narasumber dari Analis Kebijakan Deputi Bidang Kelembagaan dan Tata laksana (Kemenpan RB) Fahrul Azmi. Turut hadir sebagai pemantik diskusi oleh Anggota KPU Jateng Muslim Aisha. 

Muslim Aisha sebagai pemantik diskusi menyampaikan banyak terimakasih kepada Fahrul yang telah berkenan hadir untuk membahas tuntas mengenai SOP agar KPU dapat memahami penyusunan SOP. Karena itu webinar ini merupakan kesempatan yang penting. Kemudian mengenai peta proses bisnis dimaksudkan disini adalah alur atau jalan bagaimana memulai dan langkah apa saja yang dilalui dalam penyusunan SOP ini. Karena nantinya dalam SOP yang makin detail akan semakin baik, namun itu bukan hal yang mudah. Maka diharapkan dengan adanya webinar ini semoga dapat membantu teman-teman dalam menyusun SOP.

“SOP bukan merupakan hal asing bagi kita semua, tapi melalui webinar ini kita dapat mengetahui dan menggali lagi atas kebingungan dan pertanyaan-pertanyaan di kalangan teman-teman. Dengan harapan agar penyusunan SOP dan Peta Proses Bisnis lebih baik dan rinci”. kata Aisha.

Selanjutnya materi webinar kali ini disampaikan oleh Fahrul Azmi, menyampaikan tentang dasar hukum SOP yang merupakan mandat tertuang dalam UU 30/2014 tentang administrasi Pemerintah. SOP merupakan serangkaian instruksi tertulis yang dibakukan mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana, oleh siapa dilakukan. Dengan adanya SOP diharapkan dapat menghindari konflik baik internal maupun eksternal. serta adanya SOP ini juga diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi publik tentang bagaimana prosedur yang dilakukan oleh suatu institusi, KPU misalnya dalam melakukan penyelenggaraan. 

“Selanjutnya hasil monitoring dan evaluasi digunakan untuk menyempurnakan SOP pada tahapan siklus selanjutnya. Mudah-mudahan yang saya sampaikan dapat menjadi tambahan bagi teman-teman KPU dalam menyusun SOP” tutur Fahrul.