Menakar Eksistensi Pemuda dalam Kancah Demokrasi

Menakar Eksistensi Pemuda dalam Kancah Demokrasi

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Rabu (29/12/2021) via youtube Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti webinar dengan tema Pemuda Pantang Tidak Berbuat Apa-Apa yang diadakan KPU Kabupaten Pati. 

Webinar yang berlangsung pukul 13.00 WIB ini menghadirkan narasumber dari Dekan Fak. Dakwah dan Pengembangan Masyarakat IPMAFA Pati Sri Naharin, Ketua PC GP Ansor Pati Itqon Hakim, Divisi Sosdiklih Parmas & SDM KPU Kab. Pati Haryono. Hadir pula sebagai Keynote Speaker Ketua KPU Kab. Pati Imbang Setiawan dan moderator oleh Staf KPU Kab. Pati Reyke.

Sri Naharin dalam materinya yang berjudul Pemilu Merupakan Bagian dari Upaya Memperbaiki Kehidupan Masyarakat menyampaikan pemilu dimaknai bukan sekedar pesta dan bukan sekedar kewajiban memilih melainkan merupakan bagian dari upaya perbaikan kehidupan masyarakat. Kunci pembahasan ini adalah perubahan, jika menelisik mahasiswa yang memiliki banyak peran yaitu sebagai agent of change, agent of social control, iron stock dan masih banyak lagi. “Karena sebagai mahasiswa harus didasari pada kepedulian, rasa optimis, berpikir rasional, bertanggung jawab serta menghindari rasa acuh tak acuh” jelas Naharin.

Lanjut Sri, dari sini mahasiswa dapat mengambil banyak peran dalam aspek politik antara lain mahasiswa sangat diharapkan dalam sumbangsihnya berupa gagasan kritis yang progresif untuk pelaksanaan demokrasi, mahasiswa mampu berkolaborasi dengan kelompok tertentu terkait edukasi politik demi memahami hak-hak politik dan apa saja dampak dari praktik money politik.

“Mahasiswa dalam mengabdi di masyarakat juga dapat berperan sebagai penyalur edukasi dan penyadaran masyarakat terkait kepemiluan. Mahasiswa juga sangat diharapkan untuk aktif dalam proses penyelenggaraan Pemilu misalnya sebagai pengawas, relawan demokrasi, dan lain sebagainya” kata Naharin.

Selanjutnya Itqon menyampaikan bahwa pemuda merupakan tonggak sebuah bangsa. Kalau melihat data pemuda dari penduduk Kabupaten Pati mencapai 25%, artinya jumlah tersebut mendekati mayoritas dari jumlah penduduk di Kabupaten Pati. “Pemuda memiliki harapan yang tinggi dan dinilai menantang bagi kehidupan berbangsa dan bernegara, artinya bahwa Pemilu tahun 2024 mempunyai tantangan serta titik lemah yang luar biasa” kata Itqon.

Saat ini adalah waktu yang tepat untuk menyadarkan pemuda untuk mengambil sikap yang proaktif dalam demokrasi di tanah air Indonesia. Pemuda harus menanamkan nilai-nilai kesadaran tentang kepemiluan. “Tanpa kita berbuat sesuatu masa produktif kepemudaan akan sirna sesuai berjalannya waktu. Seperti dalam GP Ansor kita sudah tanamkan untuk mengawal proses demokrasi” tambah Itqon.

Terakhir Haryono dalam materinya yang berjudul Menyongsong Pemilu dan Pemilihan 2024 menyampaikan bahwa generasi muda memiliki peran yang signifikan dalam Pemilu. Oleh karena itu, selain hak pilih yang dimiliki, ruang-ruang partisipasi yang tersedia seyogyanya dimanfaatkan sebaik-baiknya agar memberikan dampak positif bagi perbaikan demokrasi Indonesia di masa depan. “Pemuda bukanlah objek Pemilu tapi pemuda adalah subyek, anak muda kudu berpartisipasi!,” tutup Haryono.