Pentingnya Literasi Kebangsaan dalam menyikapi Dinamika Negara Hukum Indonesia

Pentingnya Literasi Kebangsaan dalam menyikapi Dinamika Negara Hukum Indonesia

Kediri, kpu-kedirikab.go.id - Rabu (10/11/2021) via kanal youtube LPMP Sulawesi Tengah, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kediri mengikuti Webinar Nasional Bedah Buku “Dinamika Negara Hukum (Relasi Negara, Hukum dan Masyarakat di Indonesia)”

Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 -17.30 WITA ini mengadirkan narasumber dari Dosen Fakultas Hukum (FH) Untad Dr. Rahmat Bakri, Dosen FH Universitas TRISAKTI Dr. Radian Syam, dan Dosen FISIP Untad Dr. Muh Nur Alamsyah. Turut hadir penulis buku ini  Anggota KPU Republik Indonesia Hasyim Asy'ari.

Penulis buku Dinamika Negara Hukum, Hasyim Asy'ari menyampaikan bahwa secara substantif buku ini bukan merupakan materi baru tetapi merupakan kumpulan kajian lama yang dikompilasi menjadi sebuah buku. 

“Dalam buku ini terdapat berbagai sumber yang merupakan kompilasi hasil riset, tulisan yang dimuat di jurnal, tulisan untuk pelatihan, seminar dan sebagian besar juga diambil dari makalah yang ditulis untuk keperluan mengambil studi ilmu politik di Universitas Gadjah Mada,” tutur Hasyim.

Selanjutnya, Dosen Fakultas Hukum (FH) Untad Dr. Rahmat Bakri menyampaikan sangat mengapresiasi karya ini karena di dalamnya dapat mengingat rekam jejak perjalanan berbagai isu-isu kebangsaan. “Buku ini dapat menjadi suatu komparasi historis untuk dapat membandingkan apa yang terjadi dimasa lalu dan hari ini,” kata Rahmat.

Hal berbeda disampaikan oleh Dosen FH Universitas TRISAKTI Dr. Radian Syam yang mengungkapkan asik ketika membaca buku ini karena buku ini ringan dibaca atau tidak terlalu berat pembahasannya sehingga pembaca merasa rileks. “Dalam Bab II mengungkapkan bahwa Indonesia merupakan negara berkembang, saya merasa terkejut ketika membaca Bab III yang mengupas tentang makna Minangkabau”. Dari buku ini dapat membuat pembacanya menjelajah ke berbagai ensiklopedia sehingga pembaca akan diajak bersafari kitab.

Terakhir Dosen FISIP Untad Dr. Muh Nur Alamsyah menyampaikan dalam buku ini lebih banyak menarik pada dimensi demokrasi daripada membicarakan tentang republik. “Karena keberadaan masyarakat yang memahami dengan cara berbeda tentu beda dengan dimensi demokrasi,” tutur Nur Alamsyah

Nur menambahkan bahwa buku ini penting untuk dijadikan sebuah literasi politik, mengapa? karena buku ini dapat membantu bagi pengkaji politik untuk dapat memposisikan kajian karena akuntabilitas dapat diuji dalam buku ini. (na/pnj)