Pentingnya Memastikan Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu 2024

Pentingnya Memastikan Keterwakilan Perempuan dalam Pemilu 2024

Kediri, kab-kediri.kpu.go.id - Selasa (04/01/2022) via youtube Rumah Pemilu KPU Kabupaten Kediri mengikuti Webinar “Memastikan Keterwakilan Perempuan di Penyelenggara Pemilu 2024” yang diadakan Maju Perempuan Indonesia (MPI)

Acara yang berlangsung pukul 10.00-12.00 WIB ini menghadirkan narasumber dari Pengajar STHI Jentera Bivitri Susanti, Puskapol UI Beni Telaumbanua, dan Direktur Eksklusif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyanti.

Timsel KPU/ Bawaslu periode 2022-2027 telah menuntaskan seleksi tahap ketiga berupa wawancara dan tes kesehatan. Dimana terdapat 48 calon yang mengikuti proses tersebut, meliputi 28 untuk KPU dan 20 Bawaslu. Diantaranya terdapat 10 (35,71%) perempuan calon KPU dan 6 (30%) perempuan calon Bawaslu.

Selanjutnya, pada 7 Januari 2022, Timsel akan mengirimkan sejumlah 14 nama calon anggota KPU dan 10 calon anggota Bawaslu kepada Presiden. Dan berikutnya nama-nama tersebut mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di DPR.

Bivitri mengapresiasi kinerja Timsel dalam menyeleksi para calon anggota KPU dan Bawaslu terkait keterbukaan dan transparansi dalam melakukan seleksi. Dimana nantinya Timsel akan melakukan seleksi terhadap calon anggota KPU dan Bawaslu serta menyaring beberapa anggota yang terpilih. Bivitri  berpesan kepada semua pihak untuk mengawasi proses perekrutan ini serta mengutamakan keterwakilan perempuan di penyelenggara Pemilu

"Dan saya kira kita perlu mengapresiasi Pansel sejauh ini yang sudah cukup bagus ya, ada 28 nama calon anggota KPU dan 20 nama calon anggota Bawaslu, dan dua-duanya itu sudah cukup baik. Kalau untuk KPU ada 10 perempuan dari 28 calon, jadi 35,7 persen. Ini sudah dihitungkan oleh Perludem. Kemudian 6 perempuan dari dari 20 calon Bawaslu atau 30 persen, itu sudah terdiri dari calon perempuan," ujar Bivitri.

Selanjutnya Beni menyebut “She Leads” yang merupakan suatu kegiatan advokasi untuk mempersiapkan kandidat-kandidat perempuan potensial dan mendampingi para kandidat dalam proses seleksi. Pada konteks ini termasuk seleksi untuk calon anggota KPU dan Bawaslu. 

“Ada peningkatan cukup signifikan pada calon anggota KPU dan Bawaslu perempuan, baik secara persentase maupun dari sisi jumlah” kata Beni

Terakhir Direktur Eksklusif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyanti menyampaikan keterwakilan perempuan dalam lembaga penyelenggara seperti KPU dan Bawaslu bernilai penting sebagai sebuah inspirasi. 

“Waktu itu saya sempat berdiskusi dengan seorang perempuan yang menjadi Ketua KPU di salah satu Kabupaten. Karena dia seorang perempuan, banyak caleg perempuan yang mendaftar. Bahkan, melihat KPU dipimpin oleh perempuan, DPRD di sana juga tidak meragukan kemampuan perempuan” jelas Khoirunnisa.